Goerita.com

Contact : duniagoerita@gmail.com

Dugaan Pelecehan di UIN, Ujaran 'Menang Jadi Arang Kalah Jadi Abu' Lecehkan Hukum

2019-02-01 20:26:40
images
-
Dugaan Pelecehan di UIN, Ujaran 'Menang Jadi Arang Kalah Jadi Abu' Lecehkan Hukum 

GOERITA: Anggota DPD RI yang juga senator Lampung Andi Surya menyebutkan, ujaran  'menang jadi arang kalah jadi abu," dalam kasus dugaan pelecehan di kampus UIN berindikasi menghambat proses penegakan hukum sekaligus pelecehan institusi dan aparat hukum Lampung. Sementara, di sisi lain penuntasan kasus ini sedang ditunggu masyarakat.

"Sebagai anggota parlemen yang menjunjung tinggi norma hukum, saya berhak mengkritisi masalah ini karena berkait dengan penegakan hukum. Hingga saat ini saya belum dapat info lebih baru dari pihak kepolisian hingga sejauh mana perkembangan lidik atau sidik kasus dugaan oknum dosen cabul ini," ujarnya.

Andi Surya mengakui hanya mengetahui dari pemberitaan media yang menyebutkan ada utusan UIN yang menyambangi pihak keluarga korban, dan  menyampaikan ujaran 'menang jadi arang kalah jadi abu.' Menurut Andi ini mengandung makna ketidakpercayaan dan mendegradasi proses penegakan hukum. 

"Polisi harus selidiki masalah ini dengan asas praduga tak bersalah. Ini kan ada dugaan menakuti-nakuti keluarga korban. Siapa utusannya dan siapa yang perintahkan pesan seperti itu," sambung anggota MPR/DPD RI, lewat pernyataan rilis..

Dilanjutkannya, dalam kaitan ini ada dua kasus yang saling berhubungan, yaitu; kasus dugaan pencabulan itu sendiri dan ujaran yang melemahkan penegakan hukum. sekaligus di dalamnya berindikasi melecehkan institusi penegak hukum. 

"Ujaran itu 'kan mengandung ketidakpercayaan kepada polisi dan hakim pengadilan. Seolah-olah institusi kepolisian dan kehakiman tidak profesional dalam menciptakan keadilan di tengah masyarakat. Ini sama saja dengan pelecehan baik secara institusional maupun profesi hakim dan polisi," ujar Andi Surya. 

Anggota MPR/DPD RI menguraikan, persoalan ini menyangkut hak dan keadilan kaum perempuan dan penghormatan kepada proses penegakan hukum sekaligus profesionalitas aparatnya, "Harus terbuka, jangan sampai kasus dugaan pencabulan ini berhenti, termasuk dugaan pelemahan proses hukum dan pelecehan aparat hukum, semua komponen masyarakat Lampung mengawasi," tutup Andi Surya. 

Diketahui, beberapa waktu lalu ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen UIN berinisial SH terhadap seorang mahasiswinya, EP, yang saat ini telah dilaporkan le Polda Lampung.

 Sebelumnya ditengarai ada utusan UIN yang menemui keluarga untuk mediasi dan menyampaikan pesan 'menang jadi arang kalah jadi abu' yang berindikasi menghambat proses dan penegakan hukum. (rls)